Postingan

Chapter two—serapuh itukah aku?

Hari ini aku perjelas lagi. Rasa - rasanya jiwa tenangku mulai terusik, duniaku runtuh bak serbuk bunga, di lanjut dengan berbagai macam hal yang berputar di otakku. Aku tanya sekali lagi pada diriku, mengapa semuanya terjadi begitu cepat? Dunia menghancurkanku, memutariku dan menertawaiku. Oke. Aku malu dengan diriku sendiri, aku membendung semua air mata sendiri. Menangis dalam gelap, menahan sesak agar tak terlalu keras dari mulut, mengusap linangannya sendiri, menguatkan hati, memantapkan pikiran, dan yang paling parah adalah mencoba tidak apa - apa dibalik pertanyaan orang.  Sesakit itukah aku? Memendam berbagai peluh sendiri? Mengusap dengan tangan kosongku yang gemetar ini? Takut terhadap nasibku ketika dunia luar menghampiri? Kubuka jendela, kutatap langit - langit mengadah awan. Ternyata, ketika aku sedih pun, semesta tak ingin kucintai, ia masih sama, cerah dengan cuacanya dan lalu lalang manusia tetaplah seperti biasa, menandakan bahwa dunia tak apa tanpa air mataku. Aku...

Chapter one—sendiri.

Kalau kamu menjadi manusia yang ingin untuk hidup paling kuat dan sendiri. Itu bukan egois, wajar saja, ketika tak ada wadah untuk menampung kita bercerita, tetaplah bercerita pada dirimu sendiri.  Membuat segala kenangan dan alur cerita dalam kehidupan sendiri, berbicara sendiri, seolah menguatkan diri dan mencoba untuk tak ada apa apa. Walau sejatinya kamu tak sendiri, tetap ingat, kadang manusia perlu banyak waktu untuk memahami dirinya, berbicara dan menopang pondasi untuk kekuatan selanjutnya. Dan kadang, berbicara pada diri sendiri itulah memang jalannya. Ingat juga. Bahwa semua masalah di dunia ini tak jauh - jauh untuk mengembangkan diri ke next level bukan? Lalu mengapa masih bersedih? Itulah. Kita perlu di hantam ombak besar supaya tak lupa daratan. Begitulah, kita tak seharusnya melupakan Tuhan di dalamnya, tak menduakan Dia di sela - sela sujudmu. Dan itulah, cara manusia mengenal satu sama lain untuk berbagi cerita. Sejujurnya. Masalah yang kita hadapi itu sama, hanya ...